Kotagede merupakan salah satu daerah di bagian tenggara Yogyakarta, sudah tidak asing lagi jika mendengar kotagede, kekhasan kota ini yaitu dengan kerajinan perak yang tersebar di sepanjang jalan kemasan, modorakan dan sekitar kotagede. Julukan kota perak itu bisa dipahami karena di sanalah letak industri kerajinan perak sebagai warisan budaya masa lampau itu berada. Kotagede memiliki sejarah masa lampau sebagai kotaraja, ibukota Keraton Mataram Islam. Oleh karenanya sejarah dari peradaban masa kejayaan Mataram Islam itu tak bisa dipisahkan dari keberadaan Kotagede. Selain warisan kerajinan perak, ada satu lagi jenis makanan yang menjadi warisan kuliner yang digemari masa lalu itu. Ialah ‘kipo’ namanya.
Kipo makanan ringan warisan kerajaan mataram ini memiliki rasa yang lezat. Kelezatannya tak lepas dari bahan dasar kipo yaitu parutan kelapa dengan gula merah yang dilapisi dengan kulit yang terbuat dari tepung ketan. Ukuran kipo memang tidak terlalu besar, hal ini malah membuat makanan ini terasa begitu lezat. Saat gigitan pertama maka anda akan merasakan manisnya gula merah yang akan menggetarkan lidah serta kekenyalan yang langsung lumer ketika dikunyah.
Saat berjalan-jalan disekitar kotagede makan akan sangat terasa harum aroma kipo yang akan menuntun anda untuk mencicipinya. Selain rasa yang terjamin kelezatannya, makanan ini tidak mengandung bahan pengawet yang menyebabkan enak dihidangkan saat hangat. Dengan dilapisi daun pisang, aroma kerajaan akan terasa begitu sensasional dan menggetarkan. Apalagi dengan khas pembuatannya dengan dipanggang menjadi nilai plus karena bebas dari minyak dan sangat cocok menemani teh hangat disaat pagi, sore maupun malam hari.